Wednesday, September 2, 2015


                        
                         LAPORAN PENDAHULUAN                      
DAN
 RESUME KUSTA

 
Nama : Sholikah Nurul Jannah
Kelas : XII (Keperawatan)




              
                                                  LAPORAN PENDAHULUAN
KUSTA

A.   Definisi
Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik dan penyebabnya ialah mycrobacterium leprae  yang bersifat  intraseluler obligat . Saraf perifer sebagai afinitaspertama , lalu kulit dan ukosa traktus resipatorius bagian atas , kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat . (Djuanda Adhi , 2010)

B.   Etiologi
Dibandingkan M.tuberculosis , basil tahan asam Mycobacterium leprae tidak memproduksi eksotoksin dan enzim litik . Selain itu , kuman ini merpukan satu-satunya mikrobacteria yang belum dibiakkan in vitro. Mikrobacteria ini secara primermenyerang sistem saraf  tepi dan terutama pada tipe lepromatosa , secara sekunder dapat menyerang seluruh organ tubuh lain seperti kulit, mukosa mulut, mukosa saluran napas bagian atas, system retikuloendotelial , mata, tulang dan testis. Reaksi imun penderita terhadap M.Leprae  berupa reaksi imun seluler terutama pada lepra bentuk tuberkuloid , dan reaksi imun humoral terutama pada lepra bentuk lepromatosa.  ( Wim de jong et al , 2005)
Kusta tampil dalam dua jenis bentuk klinis utama , yaitu kusta berbentuk kering atau tipe tuberkuloid , dan kusta bentuk basah , disebut juga tipe lepromatosa . bentuk ketiga yaitu bentuk peralihan (borederline) . ( Wim de jong et al , 2005)
1.     Kusta bentuk kering : tidak menular , kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang logam atau lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, pantat, paha atau lengan. Bercak tampak kering, kulit kehilangan daya rasa sama sekali.
2.     Kusta bentuk basah : bentuk menular karena kumannya banyak terdapat  diselaput lendir hidung , kulit dan organ tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan , kecil-kecil tersebar diseluruh badan , atau berupa penebalan kulit yang luas sebagai infiltrate yang tampak mengkilap dan berminyak, dapat berupa benjolan merah sebesar biji jagung yang tersebar di badan , muka dan daun telinga. Disertai rontoknya alis mata , menebalnya daun telinga.
3.     Kusta tipe peralihan : merupakan peralihan antara kedua tipe utama . Pengobatan tipe ini dimasukkan kedalam jenis kusta basah.

C.    Manifestasi klinis
1.     Makula hipopigmentasi
2.     Hiperpigmentasi
3.     Eritematosa
4.     Gejala kerusakan saraf (sensorik,motorik,autonom)
5.     Kerusakan jaringan kulit (kulit, mukosa traktusrepiartosius atas , tulang –tulang jari dan wajah)
6.     Kulit kering dan alopesia
Bagan diagnosis klinis menurut WHO (1995)

Kusta PB (Pausabasilar)
Kusta MB (Multibasilar)
Lesi kulit (Makula datar , papul yang meninggi, nodus)
~ 1-5 lesi
~Hipopigmentasi/ eritema
~ Distribusi tidak simetris
~Hilangnya sensasi yang jelas
~ >5 lesi
~ Distribusi lebih simetris
~ Hilangnya simetris kurang  jelas

Kerusakan saraf (Menyebabkan hilangnya sensai/ kelemahan otot yang dipersarafi oleh saraf yang terkena )
~ Hanya satu cabang saraf
~ Banyak cabang saraf





 Sumber : WHO 1995 (Ilmu penyakit kulit dan kelamin hal : 74)
D.   Masalah Yang Lazim Muncul
1.     Resiko infeksi
2.     Defisiensi pengetahuan tentang penyakit, penyebab infeksi tindakan , dan pencegahan
3.     Hipertermia b.d adanya infeksi
4.     Harga diri rendah situasional
5.     Resiko trauma
6.     Resiko cidera
7.     Hambatan mobilitas fisik
E.    Pencegahan
1.     Biasakan hidup bersih dan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sesudah aktivitas
2.     Makan makanan yang bergizi seimbang
3.     Hindari penularan melalui penggunaan handuk atau pisau cukur secara bersamaan
4.     Kenali dan kendalika stress emosional yang dapat memicu terjadinya masalah penyakit kulit.

F.     Patofisiologi

 


 G.    Daftar Pustaka
    Bobak, Lowdermilk, Jensen,2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas     edisi 4. EGC, Jakarta
     Djuanda Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi keenam. FKUI,2010
     T.Heather Herdman, PhD, Rn. Nanda Internasional diagnosis keperawatan definisi dan klasifikasi 2012-2014. EGC. Jakarta
      Amin Huda Nurarif, Hardi Kusuma, 2013. Nanda nic-noc jilid 1




















RESUME KASUS PADA Tn.M DENGAN GANGGUAN
KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT DENGAN
DIAGNOSA MEDIS KUSTA DI RUANG
B.P UMUM PUSKESMAS PATI II
  
 Tanggal masuk puskesmas : 22 Juni 2015
 Jam masuk puskesmas        : 09.00 WIB
 Tanggal pengkajian              : 22 Juni 2015
 Jam pengkajian                      :  09.00 WIB
1.     PENGKAJIAN
A.    IDENTITAS PASIEN
Nama                             : Tn. M
Tempat , tgl lahir         : 10 mei 1979
Umur                              : 36 Tahun
Jenis kelamin                : L
Status Perkawinan       : Menikah
Agama                            : Islam
Pekerjaan                      : Buruh Harian
Pendidikan                    : SLTA sederajat
Alamat                           : Sugiharjo 1/2
No.puskesmas             : -
Diagnosa Medis           : Kusta
Gangguan KDM           : Gangguan kerusakan integritas kulit
B.    Riwayat Kesehatan
1.     KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan gatal pada kulit bagian lengan
2.     ALASAN MASUK PUSKESMAS
Pasien mengatakan mengalami gatal , perih pada kulit bagian lengan disertai kepalanya pusing sudah lama , karena pasien merasa tidak ada perubahan pasien dibawa ke puskesmas pati II oleh istrinya.
3.     RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIALAMI
Pasien mengatakan ini pertama kalinya mrngalami penyakit seperti ini
4.     RIWAYAT  PENYAKIT MENULAR PADA KELUARGA
Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular pada keluarganya

C.     PENGKAJIAN DAN POLA FUNGSIONAL
1.     POLA MANAJEMEN KESEHATAN ( PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN)
a.     Saat ini pasien sudah mengetahui mengenai penyakit yang dialaminya
b.     Prilaku untuk mengatasi masalah kesehatan : pasien mengatakan jika sakit langsung mendatangi puskesmas terdekat ketika tidak ada perubahan di rumah
2.     POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan bebas beraktivitas
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya
3.     POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa tidur dirumah dengan nyenyak
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan masih bisa tidur dengan nyenyak di rumah seperti biasanya
4.     POLA NUTRISIDAN METABOLIK
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa makan di rumah habis 1 porsi dengan komposisi nasi , sayur , ikan
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan nafsu makan dan pasien mampu makan habis 1 porsi sama seperti sebelum sakit
5.     KEBUTUHAN CAIRAN DAN EREKTROLIT
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa minum  kurang lebih 8 gelas perharinya
b.     Saat sakit
Pasien mengatakan tidak ada perubahan , sama seperti sebelum sakit pasien minum 8 gelas lebih perharinya
6.     POLA ELIMINASI BAK DAN BAB
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan BAK : 5x/hari dengan warna kuning jernih dan bau khas . dan BAB pasien : 1x/hari dengan konsistensi lembek dan warna kuning
b.     Saat Sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan pada BAK dan BAB sama seperti sebelum sakit pasien BAK kurang lebih 5x/hari denganwarna kuning jernih dan bau khas , BAB : 1x/hari dengan konsistensi embek dan warna kuning
7.     POLA KOGNITIF PERCEPTUAL  (PENGLIHATANPENDENGARAN , PENGECAPAN , SENSASI )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan indra (normal)
b.     Saat Sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit tidak ada gangguan indra ( normal)
8.     POLA KONSEP DIRI
a.     Gambaran diri (sikap individu terhadap tubuhnya sendiri )
Klien tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya saat ini
b.     Identitas diri (penilaian individu tentang dirinya sebagai kesatuan yang utuh / arakter )
Pasien mengatakan lebih suka bagian hidungnya yang mancung
c.      Peran diri (prilaku yang diharapkan oleh masyarakat)
Pasien berperan sebagai kepala keluarga
d.     Ideal diri (persepsi individu tentang dirinya/ prilaku)
Pasien mengharapakan dirinya agar cepat sembuh
e.     Harga diri ( penilaian individu tentang dirinya)
Istri dan anak-anak  pasien sangat  menyayangi pasien
9.     POLA TOLERANSI STRESS – KOPING
Pasien mengatakan sering bercerita pada istrinya saat ada masalah
10.                                                                                          POLA REPRODUKSI – SEKSUALITAS (FERTILITAS , LIBIDO , MENSTRUASI , KONTRASEPSI )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada maslah mengenai     pola reproduksi dan seksualitasnya
b.     Sat sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit tidak ada perubahan dan gangguan (normal)
11.                                                                                          POLA HUBUNGAN PERAN (KOMUNIKASI, HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN , KEUANGAN )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan berperan sebagai kepala keluarga dan sering bercerita pada istrinya sat ada masalah
b.     Saat  sakit
Pasien mampu berkomunikasi dengan baik dengan tenaga kesehatan dan keluarganya serta biaya pengobatan di tanggung oleh dirinya sebagai kepala keluarga
12.                                                                                          POLA NILAI DAN KEYAKINAN
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan rajin beribadah
b.     Saat sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit eajin beribadah seperti biasanya
13.                                                                                          KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN
Pasien mengatakan tidak nyaman dengan kondisi kesehatannya saat ini
14.                                                                                          KEBUTUHAN BELAJAR
Pasien mengatakan mendapat informasi tentang kesehatan dari televisi dan penyuluhan
15.                                                                                          KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa mandi 2xsehari , gosok gigi 2xsehari , dan keramas 2xseminggu
b.     Pasien mengatakan saat sakit mandi 1xsehari dan gosok gigi 2xsehari ,serta keramas 2xseminggu


D.    PEMERIKSAAN FISIK
1.     TTV
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi                    : 80x/menit
Suhu                   : 36 celcius
Pernafasan        : 20x/menit
E.     TERAPI
1.     MDT, blister    : 1x1
2.     Antalgin           : 3x1
3.     BC                      : 3x1
4.     Salep befamet : 1x1

F.     DATA FOKUS
                    Data Subyektif
                      Data obyektif
-pasien mengeluh kulitnya terasa gatal dan perih
-pasien tampak meringis kesakitan
-pasien mengatakan kepalanya pusing dan meriang
-kulit pasien tampak kemerahan

G.    ANALISA DATA
        Problem
          Etiologi
          Symptom
-Gangguan kerusakan integritas kulit
- adanya infeksi dan gangguan peritaltis
-pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-pasien tampak meringis kesakitan
    II.  DIAGNOSA KEPERAWATAN
          Gangguan kerusakan integritas kulit  b.d  adanya infeksi dan gangguan peritaltis d.d : -DS : - pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-         Pasien mengatakan kepalanya pusing  dan meriang
                          -DO: - pasien tampak meringis kesakitan
                                    - pasien tampak lemas

     III. RENCANA KEPERAWATAN
Hari/tgl/ jam
No
dx
Kriteria hasil
                 
        intervensi
        Tujuan
Ttd
22juli 2015 /
09.00
1
Setelah dila-kukan tinda- kan 1x12 jam diharap -kan keadaan pasien mem-baik dengan kriteria hasil:
-pasien mengakatan perih dan pusing sedikit ber -kurang

-Cek TTV



-Bantu ajarkan tindakan dis traksi relaksasi


-anjurkan pasien untuk membi- asakan hi dup se -hat di rumah

-bantu kolaborasi dengan tim medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
-Untuk mengeta –
Hui keadaan pasien secara umum

-membantu meri- ngankan rasa nyeri/perih


-untuk pencegahan penyakit agar tidak
Menyebar



-untuk memberikan pengobatan dengan tepat dan segera




      
 IV. IMPLEMENTASI
Hari/
Tgl
Jam
No
Dx
       Tindakan
   Respon dan hasil
Ttd
22juli
2015







09.10






09.20




09.35




09.50
1.






2.




3.




4.
Mengecek TTV






Membantu meng -ajarkan tindakan dis- traksi relaksasi


Menganjurkan pasien untuk membiasakan hidup sehat di rumah


bantu kolaborasi dengan tim medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
1.S = Pasien mengatakan bersedia
   O = TD : 110/80 mmHg
           N  : 80x/menit
           S   : 36,5 celcius
          RR : 20x/menit

2.S= Pasien mengatakan bersedia
   O = pasien masih tampak kesakitan

3.S= pasien mengatakan bersedia
   O= pasien mengerti apa yang di katakan perawat

4.S= pasien mengatakan bersedia
   O = saat ini pasien men- dapatkan terapi :
- MDT, blister     : 1x1
-Antalgin             : 3x1
-BC                       : 3x1
-Salep befamet  : 1x1























V. EVALUASI
Hari/
Tgl
Jam
No
Dx
                         Catatan perkembangan
Ttd
22juli
2015
12.00
1.
S = Pasien mengatakan kulitnya masih gatal dan sedikit perih
O = Pasien masih meringis kesakitan dan kulit masih tampak merah-merah
A = Masalah belum teratasi
P = Lanjutkan intervensi



LAPORAN PENDAHULUAN
KUSTA
A.   Definisi
Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik dan penyebabnya ialah mycrobacterium leprae  yang bersifat  intraseluler obligat . Saraf perifer sebagai afinitaspertama , lalu kulit dan ukosa traktus resipatorius bagian atas , kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat . (Djuanda Adhi , 2010)

B.   Etiologi
Dibandingkan M.tuberculosis , basil tahan asam Mycobacterium leprae tidak memproduksi eksotoksin dan enzim litik . Selain itu , kuman ini merpukan satu-satunya mikrobacteria yang belum dibiakkan in vitro. Mikrobacteria ini secara primermenyerang sistem saraf  tepi dan terutama pada tipe lepromatosa , secara sekunder dapat menyerang seluruh organ tubuh lain seperti kulit, mukosa mulut, mukosa saluran napas bagian atas, system retikuloendotelial , mata, tulang dan testis. Reaksi imun penderita terhadap M.Leprae  berupa reaksi imun seluler terutama pada lepra bentuk tuberkuloid , dan reaksi imun humoral terutama pada lepra bentuk lepromatosa.  ( Wim de jong et al , 2005)
Kusta tampil dalam dua jenis bentuk klinis utama , yaitu kusta berbentuk kering atau tipe tuberkuloid , dan kusta bentuk basah , disebut juga tipe lepromatosa . bentuk ketiga yaitu bentuk peralihan (borederline) . ( Wim de jong et al , 2005)
1.     Kusta bentuk kering : tidak menular , kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang logam atau lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, pantat, paha atau lengan. Bercak tampak kering, kulit kehilangan daya rasa sama sekali.
2.     Kusta bentuk basah : bentuk menular karena kumannya banyak terdapat  diselaput lendir hidung , kulit dan organ tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan , kecil-kecil tersebar diseluruh badan , atau berupa penebalan kulit yang luas sebagai infiltrate yang tampak mengkilap dan berminyak, dapat berupa benjolan merah sebesar biji jagung yang tersebar di badan , muka dan daun telinga. Disertai rontoknya alis mata , menebalnya daun telinga.
3.     Kusta tipe peralihan : merupakan peralihan antara kedua tipe utama . Pengobatan tipe ini dimasukkan kedalam jenis kusta basah.

C.    Manifestasi klinis
1.     Makula hipopigmentasi
2.     Hiperpigmentasi
3.     Eritematosa
4.     Gejala kerusakan saraf (sensorik,motorik,autonom)
5.     Kerusakan jaringan kulit (kulit, mukosa traktusrepiartosius atas , tulang –tulang jari dan wajah)
6.     Kulit kering dan alopesia
Bagan diagnosis klinis menurut WHO (1995)

Kusta PB (Pausabasilar)
Kusta MB (Multibasilar)
Lesi kulit (Makula datar , papul yang meninggi, nodus)
~ 1-5 lesi
~Hipopigmentasi/ eritema
~ Distribusi tidak simetris
~Hilangnya sensasi yang jelas
~ >5 lesi
~ Distribusi lebih simetris
~ Hilangnya simetris kurang  jelas

Kerusakan saraf (Menyebabkan hilangnya sensai/ kelemahan otot yang dipersarafi oleh saraf yang terkena )
~ Hanya satu cabang saraf
~ Banyak cabang saraf





 Sumber : WHO 1995 (Ilmu penyakit kulit dan kelamin hal : 74)
D.   Masalah Yang Lazim Muncul
1.     Resiko infeksi
2.     Defisiensi pengetahuan tentang penyakit, penyebab infeksi tindakan , dan pencegahan
3.     Hipertermia b.d adanya infeksi
4.     Harga diri rendah situasional
5.     Resiko trauma
6.     Resiko cidera
7.     Hambatan mobilitas fisik
E.    Pencegahan
1.     Biasakan hidup bersih dan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sesudah aktivitas
2.     Makan makanan yang bergizi seimbang
3.     Hindari penularan melalui penggunaan handuk atau pisau cukur secara bersamaan
4.     Kenali dan kendalika stress emosional yang dapat memicu terjadinya masalah penyakit kulit.














F.     Patofisiologi









G.    Daftar Pustaka
    Bobak, Lowdermilk, Jensen,2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas     edisi 4. EGC, Jakarta
     Djuanda Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi keenam. FKUI,2010
     T.Heather Herdman, PhD, Rn. Nanda Internasional diagnosis keperawatan definisi dan klasifikasi 2012-2014. EGC. Jakarta
      Amin Huda Nurarif, Hardi Kusuma, 2013. Nanda nic-noc jilid 1




















RESUME KASUS PADA Tn.M DENGAN GANGGUAN
KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT DENGAN
DIAGNOSA MEDIS KUSTA DI RUANG
B.P UMUM PUSKESMAS PATI II
  
 Tanggal masuk puskesmas : 22 Juni 2015
 Jam masuk puskesmas        : 09.00 WIB
 Tanggal pengkajian              : 22 Juni 2015
 Jam pengkajian                      :  09.00 WIB
1.     PENGKAJIAN
A.    IDENTITAS PASIEN
Nama                             : Tn. M
Tempat , tgl lahir         : 10 mei 1979
Umur                              : 36 Tahun
Jenis kelamin                : L
Status Perkawinan       : Menikah
Agama                            : Islam
Pekerjaan                      : Buruh Harian
Pendidikan                    : SLTA sederajat
Alamat                           : Sugiharjo 1/2
No.puskesmas             : -
Diagnosa Medis           : Kusta
Gangguan KDM           : Gangguan kerusakan integritas kulit
B.    Riwayat Kesehatan
1.     KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan gatal pada kulit bagian lengan
2.     ALASAN MASUK PUSKESMAS
Pasien mengatakan mengalami gatal , perih pada kulit bagian lengan disertai kepalanya pusing sudah lama , karena pasien merasa tidak ada perubahan pasien dibawa ke puskesmas pati II oleh istrinya.
3.     RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIALAMI
Pasien mengatakan ini pertama kalinya mrngalami penyakit seperti ini
4.     RIWAYAT  PENYAKIT MENULAR PADA KELUARGA
Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular pada keluarganya

C.     PENGKAJIAN DAN POLA FUNGSIONAL
1.     POLA MANAJEMEN KESEHATAN ( PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN)
a.     Saat ini pasien sudah mengetahui mengenai penyakit yang dialaminya
b.     Prilaku untuk mengatasi masalah kesehatan : pasien mengatakan jika sakit langsung mendatangi puskesmas terdekat ketika tidak ada perubahan di rumah
2.     POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan bebas beraktivitas
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya
3.     POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa tidur dirumah dengan nyenyak
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan masih bisa tidur dengan nyenyak di rumah seperti biasanya
4.     POLA NUTRISIDAN METABOLIK
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa makan di rumah habis 1 porsi dengan komposisi nasi , sayur , ikan
b.     Saat  Sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan nafsu makan dan pasien mampu makan habis 1 porsi sama seperti sebelum sakit
5.     KEBUTUHAN CAIRAN DAN EREKTROLIT
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa minum  kurang lebih 8 gelas perharinya
b.     Saat sakit
Pasien mengatakan tidak ada perubahan , sama seperti sebelum sakit pasien minum 8 gelas lebih perharinya
6.     POLA ELIMINASI BAK DAN BAB
a.     Sebelum Sakit
Pasien mengatakan BAK : 5x/hari dengan warna kuning jernih dan bau khas . dan BAB pasien : 1x/hari dengan konsistensi lembek dan warna kuning
b.     Saat Sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan pada BAK dan BAB sama seperti sebelum sakit pasien BAK kurang lebih 5x/hari denganwarna kuning jernih dan bau khas , BAB : 1x/hari dengan konsistensi embek dan warna kuning
7.     POLA KOGNITIF PERCEPTUAL  (PENGLIHATANPENDENGARAN , PENGECAPAN , SENSASI )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan indra (normal)
b.     Saat Sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit tidak ada gangguan indra ( normal)
8.     POLA KONSEP DIRI
a.     Gambaran diri (sikap individu terhadap tubuhnya sendiri )
Klien tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya saat ini
b.     Identitas diri (penilaian individu tentang dirinya sebagai kesatuan yang utuh / arakter )
Pasien mengatakan lebih suka bagian hidungnya yang mancung
c.      Peran diri (prilaku yang diharapkan oleh masyarakat)
Pasien berperan sebagai kepala keluarga
d.     Ideal diri (persepsi individu tentang dirinya/ prilaku)
Pasien mengharapakan dirinya agar cepat sembuh
e.     Harga diri ( penilaian individu tentang dirinya)
Istri dan anak-anak  pasien sangat  menyayangi pasien
9.     POLA TOLERANSI STRESS – KOPING
Pasien mengatakan sering bercerita pada istrinya saat ada masalah
10.                                                                                          POLA REPRODUKSI – SEKSUALITAS (FERTILITAS , LIBIDO , MENSTRUASI , KONTRASEPSI )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada maslah mengenai     pola reproduksi dan seksualitasnya
b.     Sat sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit tidak ada perubahan dan gangguan (normal)
11.                                                                                          POLA HUBUNGAN PERAN (KOMUNIKASI, HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN , KEUANGAN )
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan berperan sebagai kepala keluarga dan sering bercerita pada istrinya sat ada masalah
b.     Saat  sakit
Pasien mampu berkomunikasi dengan baik dengan tenaga kesehatan dan keluarganya serta biaya pengobatan di tanggung oleh dirinya sebagai kepala keluarga
12.                                                                                          POLA NILAI DAN KEYAKINAN
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan rajin beribadah
b.     Saat sakit
Pasien mengatakan sama seperti sebelum sakit eajin beribadah seperti biasanya
13.                                                                                          KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN
Pasien mengatakan tidak nyaman dengan kondisi kesehatannya saat ini
14.                                                                                          KEBUTUHAN BELAJAR
Pasien mengatakan mendapat informasi tentang kesehatan dari televisi dan penyuluhan
15.                                                                                          KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE
a.     Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa mandi 2xsehari , gosok gigi 2xsehari , dan keramas 2xseminggu
b.     Pasien mengatakan saat sakit mandi 1xsehari dan gosok gigi 2xsehari ,serta keramas 2xseminggu


D.    PEMERIKSAAN FISIK
1.     TTV
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi                    : 80x/menit
Suhu                   : 36 celcius
Pernafasan        : 20x/menit
E.     TERAPI
1.     MDT, blister    : 1x1
2.     Antalgin           : 3x1
3.     BC                      : 3x1
4.     Salep befamet : 1x1

F.     DATA FOKUS
                    Data Subyektif
                      Data obyektif
-pasien mengeluh kulitnya terasa gatal dan perih
-pasien tampak meringis kesakitan
-pasien mengatakan kepalanya pusing dan meriang
-kulit pasien tampak kemerahan

G.    ANALISA DATA
        Problem
          Etiologi
          Symptom
-Gangguan kerusakan integritas kulit
- adanya infeksi dan gangguan peritaltis
-pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-pasien tampak meringis kesakitan
    II.  DIAGNOSA KEPERAWATAN
          Gangguan kerusakan integritas kulit  b.d  adanya infeksi dan gangguan peritaltis d.d : -DS : - pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-         Pasien mengatakan kepalanya pusing  dan meriang
                          -DO: - pasien tampak meringis kesakitan
                                    - pasien tampak lemas

     III. RENCANA KEPERAWATAN
Hari/tgl/ jam
No
dx
Kriteria hasil
                 
        intervensi
        Tujuan
Ttd
22juli 2015 /
09.00
1
Setelah dila-kukan tinda- kan 1x12 jam diharap -kan keadaan pasien mem-baik dengan kriteria hasil:
-pasien mengakatan perih dan pusing sedikit ber -kurang

-Cek TTV



-Bantu ajarkan tindakan dis traksi relaksasi


-anjurkan pasien untuk membi- asakan hi dup se -hat di rumah

-bantu kolaborasi dengan tim medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
-Untuk mengeta –
Hui keadaan pasien secara umum

-membantu meri- ngankan rasa nyeri/perih


-untuk pencegahan penyakit agar tidak
Menyebar



-untuk memberikan pengobatan dengan tepat dan segera




      
 IV. IMPLEMENTASI
Hari/
Tgl
Jam
No
Dx
       Tindakan
   Respon dan hasil
Ttd
22juli
2015







09.10






09.20




09.35




09.50
1.






2.




3.




4.
Mengecek TTV






Membantu meng -ajarkan tindakan dis- traksi relaksasi


Menganjurkan pasien untuk membiasakan hidup sehat di rumah


bantu kolaborasi dengan tim medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
1.S = Pasien mengatakan bersedia
   O = TD : 110/80 mmHg
           N  : 80x/menit
           S   : 36,5 celcius
          RR : 20x/menit

2.S= Pasien mengatakan bersedia
   O = pasien masih tampak kesakitan

3.S= pasien mengatakan bersedia
   O= pasien mengerti apa yang di katakan perawat

4.S= pasien mengatakan bersedia
   O = saat ini pasien men- dapatkan terapi :
- MDT, blister     : 1x1
-Antalgin             : 3x1
-BC                       : 3x1
-Salep befamet  : 1x1























V. EVALUASI
Hari/
Tgl
Jam
No
Dx
                         Catatan perkembangan
Ttd
22juli
2015
12.00
1.
S = Pasien mengatakan kulitnya masih gatal dan sedikit perih
O = Pasien masih meringis kesakitan dan kulit masih tampak merah-merah
A = Masalah belum teratasi
P = Lanjutkan intervensi

No comments:

Post a Comment