LAPORAN PENDAHULUAN
DAN
DAN
RESUME KUSTA
Nama : Sholikah Nurul Jannah
Kelas : XII (Keperawatan)
LAPORAN PENDAHULUAN
KUSTA
A. Definisi
Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik dan
penyebabnya ialah mycrobacterium leprae yang
bersifat intraseluler obligat . Saraf
perifer sebagai afinitaspertama , lalu kulit dan ukosa traktus resipatorius bagian
atas , kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat . (Djuanda Adhi , 2010)
B. Etiologi
Dibandingkan M.tuberculosis , basil tahan asam Mycobacterium leprae tidak
memproduksi eksotoksin dan enzim litik . Selain itu , kuman ini merpukan satu-satunya
mikrobacteria yang belum dibiakkan in vitro. Mikrobacteria ini secara
primermenyerang sistem saraf tepi dan
terutama pada tipe lepromatosa , secara sekunder dapat menyerang seluruh organ tubuh lain
seperti kulit, mukosa mulut, mukosa saluran napas bagian atas, system
retikuloendotelial , mata, tulang dan testis. Reaksi imun penderita terhadap M.Leprae berupa reaksi imun seluler terutama pada lepra bentuk
tuberkuloid , dan reaksi imun humoral terutama pada lepra bentuk lepromatosa. ( Wim de jong et al , 2005)
Kusta tampil dalam dua jenis bentuk klinis utama
, yaitu kusta berbentuk kering atau tipe tuberkuloid , dan kusta bentuk basah ,
disebut juga tipe lepromatosa . bentuk ketiga yaitu bentuk peralihan (borederline) . ( Wim de jong et al , 2005)
1.
Kusta bentuk kering
: tidak menular , kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang logam
atau lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, pantat, paha atau lengan.
Bercak tampak kering, kulit kehilangan daya rasa sama sekali.
2.
Kusta bentuk basah
: bentuk menular karena kumannya banyak terdapat diselaput lendir hidung , kulit dan organ
tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan , kecil-kecil tersebar diseluruh
badan , atau berupa penebalan kulit yang luas sebagai infiltrate yang tampak
mengkilap dan berminyak, dapat berupa benjolan merah sebesar biji jagung yang
tersebar di badan , muka dan daun telinga. Disertai rontoknya alis mata ,
menebalnya daun telinga.
3.
Kusta tipe
peralihan : merupakan peralihan antara kedua tipe utama . Pengobatan tipe ini dimasukkan
kedalam jenis kusta basah.
C. Manifestasi
klinis
1.
Makula
hipopigmentasi
2.
Hiperpigmentasi
3.
Eritematosa
4.
Gejala kerusakan
saraf (sensorik,motorik,autonom)
5.
Kerusakan jaringan
kulit (kulit, mukosa traktusrepiartosius atas , tulang –tulang jari dan wajah)
6.
Kulit kering dan
alopesia
Bagan
diagnosis klinis menurut WHO (1995)
Kusta PB (Pausabasilar)
|
Kusta MB (Multibasilar)
|
|||
Lesi kulit (Makula datar , papul yang meninggi, nodus)
|
~ 1-5 lesi
~Hipopigmentasi/ eritema
~ Distribusi tidak simetris
~Hilangnya sensasi yang jelas
|
~ >5 lesi
~ Distribusi lebih simetris
~ Hilangnya simetris kurang jelas
|
||
Kerusakan saraf (Menyebabkan hilangnya sensai/ kelemahan otot yang
dipersarafi oleh saraf yang terkena )
|
~ Hanya satu cabang saraf
|
~ Banyak cabang saraf
|
||
Sumber : WHO 1995 (Ilmu penyakit kulit dan kelamin hal : 74)
D. Masalah Yang
Lazim Muncul
1.
Resiko infeksi
2.
Defisiensi
pengetahuan tentang penyakit, penyebab infeksi tindakan , dan pencegahan
3.
Hipertermia b.d
adanya infeksi
4.
Harga diri rendah
situasional
5.
Resiko trauma
6.
Resiko cidera
7.
Hambatan mobilitas
fisik
E. Pencegahan
1.
Biasakan hidup
bersih dan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sesudah aktivitas
2.
Makan makanan yang
bergizi seimbang
3.
Hindari penularan
melalui penggunaan handuk atau pisau cukur secara bersamaan
4.
Kenali dan kendalika
stress emosional yang dapat memicu terjadinya masalah penyakit kulit.
F. Patofisiologi
G. Daftar Pustaka
Bobak, Lowdermilk, Jensen,2005. Buku Ajar
Keperawatan Maternitas edisi 4. EGC,
Jakarta
Djuanda Adhi.
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi keenam. FKUI,2010
T.Heather
Herdman, PhD, Rn. Nanda Internasional diagnosis keperawatan definisi dan
klasifikasi 2012-2014. EGC. Jakarta
Amin Huda
Nurarif, Hardi Kusuma, 2013. Nanda nic-noc jilid 1
RESUME KASUS PADA Tn.M DENGAN
GANGGUAN
KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT DENGAN
DIAGNOSA MEDIS KUSTA DI RUANG
B.P UMUM PUSKESMAS PATI II
Tanggal
masuk puskesmas : 22 Juni 2015
Jam masuk puskesmas : 09.00 WIB
Tanggal pengkajian : 22 Juni 2015
Jam pengkajian :
09.00 WIB
1.
PENGKAJIAN
A.
IDENTITAS PASIEN
Nama :
Tn. M
Tempat
, tgl lahir : 10 mei 1979
Umur : 36 Tahun
Jenis
kelamin : L
Status
Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh Harian
Pendidikan : SLTA sederajat
Alamat : Sugiharjo 1/2
No.puskesmas : -
Diagnosa
Medis : Kusta
Gangguan KDM
: Gangguan kerusakan integritas kulit
B.
Riwayat Kesehatan
1.
KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan
gatal pada kulit bagian lengan
2.
ALASAN MASUK
PUSKESMAS
Pasien mengatakan
mengalami gatal , perih pada kulit bagian lengan disertai kepalanya pusing
sudah lama , karena pasien merasa tidak ada perubahan pasien dibawa ke
puskesmas pati II oleh istrinya.
3.
RIWAYAT PENYAKIT
YANG PERNAH DIALAMI
Pasien mengatakan
ini pertama kalinya mrngalami penyakit seperti ini
4.
RIWAYAT PENYAKIT MENULAR PADA KELUARGA
Pasien mengatakan
tidak ada riwayat penyakit menular pada keluarganya
C.
PENGKAJIAN DAN POLA
FUNGSIONAL
1.
POLA MANAJEMEN
KESEHATAN ( PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN)
a.
Saat ini pasien
sudah mengetahui mengenai penyakit yang dialaminya
b.
Prilaku untuk
mengatasi masalah kesehatan : pasien mengatakan jika sakit langsung mendatangi
puskesmas terdekat ketika tidak ada perubahan di rumah
2.
POLA AKTIVITAS DAN
LATIHAN
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
bebas beraktivitas
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya
3.
POLA ISTIRAHAT DAN
TIDUR
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
biasa tidur dirumah dengan nyenyak
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
masih bisa tidur dengan nyenyak di rumah seperti biasanya
4.
POLA NUTRISIDAN
METABOLIK
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa
makan di rumah habis 1 porsi dengan komposisi nasi , sayur , ikan
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan nafsu makan dan pasien mampu makan habis 1 porsi sama
seperti sebelum sakit
5.
KEBUTUHAN CAIRAN
DAN EREKTROLIT
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
biasa minum kurang lebih 8 gelas
perharinya
b.
Saat sakit
Pasien mengatakan
tidak ada perubahan , sama seperti sebelum sakit pasien minum 8 gelas lebih
perharinya
6.
POLA ELIMINASI BAK
DAN BAB
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
BAK : 5x/hari dengan warna kuning jernih dan bau khas . dan BAB pasien :
1x/hari dengan konsistensi lembek dan warna kuning
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan pada BAK dan BAB sama seperti sebelum sakit pasien BAK
kurang lebih 5x/hari denganwarna kuning jernih dan bau khas , BAB : 1x/hari
dengan konsistensi embek dan warna kuning
7.
POLA KOGNITIF
PERCEPTUAL (PENGLIHATANPENDENGARAN ,
PENGECAPAN , SENSASI )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan indra (normal)
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit tidak ada gangguan indra ( normal)
8.
POLA KONSEP DIRI
a.
Gambaran diri
(sikap individu terhadap tubuhnya sendiri )
Klien tidak percaya
diri dengan kondisi tubuhnya saat ini
b.
Identitas diri
(penilaian individu tentang dirinya sebagai kesatuan yang utuh / arakter )
Pasien mengatakan lebih
suka bagian hidungnya yang mancung
c.
Peran diri (prilaku
yang diharapkan oleh masyarakat)
Pasien berperan
sebagai kepala keluarga
d.
Ideal diri
(persepsi individu tentang dirinya/ prilaku)
Pasien
mengharapakan dirinya agar cepat sembuh
e.
Harga diri ( penilaian
individu tentang dirinya)
Istri dan
anak-anak pasien sangat menyayangi pasien
9.
POLA TOLERANSI
STRESS – KOPING
Pasien mengatakan
sering bercerita pada istrinya saat ada masalah
10.
POLA REPRODUKSI –
SEKSUALITAS (FERTILITAS , LIBIDO , MENSTRUASI , KONTRASEPSI )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
tidak ada maslah mengenai pola
reproduksi dan seksualitasnya
b.
Sat sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit tidak ada perubahan dan gangguan (normal)
11.
POLA HUBUNGAN PERAN
(KOMUNIKASI, HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN , KEUANGAN )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
berperan sebagai kepala keluarga dan sering bercerita pada istrinya sat ada
masalah
b.
Saat sakit
Pasien mampu
berkomunikasi dengan baik dengan tenaga kesehatan dan keluarganya serta biaya
pengobatan di tanggung oleh dirinya sebagai kepala keluarga
12.
POLA NILAI DAN
KEYAKINAN
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
rajin beribadah
b.
Saat sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit eajin beribadah seperti biasanya
13.
KEBUTUHAN RASA AMAN
DAN NYAMAN
Pasien mengatakan tidak
nyaman dengan kondisi kesehatannya saat ini
14.
KEBUTUHAN BELAJAR
Pasien mengatakan
mendapat informasi tentang kesehatan dari televisi dan penyuluhan
15.
KEBUTUHAN PERSONAL
HYGIENE
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
biasa mandi 2xsehari , gosok gigi 2xsehari , dan keramas 2xseminggu
b.
Pasien mengatakan
saat sakit mandi 1xsehari dan gosok gigi 2xsehari ,serta keramas 2xseminggu
D.
PEMERIKSAAN FISIK
1.
TTV
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi
: 80x/menit
Suhu
: 36 celcius
Pernafasan : 20x/menit
E.
TERAPI
1.
MDT, blister : 1x1
2.
Antalgin : 3x1
3.
BC : 3x1
4.
Salep befamet : 1x1
F.
DATA FOKUS
Data Subyektif
|
Data obyektif
|
-pasien mengeluh kulitnya
terasa gatal dan perih
|
-pasien tampak meringis
kesakitan
|
-pasien mengatakan kepalanya
pusing dan meriang
|
-kulit pasien tampak kemerahan
|
G.
ANALISA DATA
Problem
|
Etiologi
|
Symptom
|
-Gangguan kerusakan integritas
kulit
|
- adanya infeksi dan gangguan peritaltis
|
-pasien mengeluh kulitnya perih
dan gatal
-pasien tampak meringis
kesakitan
|
II.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan kerusakan integritas
kulit b.d adanya infeksi dan gangguan peritaltis d.d : -DS
: - pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-
Pasien mengatakan
kepalanya pusing dan meriang
-DO: - pasien tampak
meringis kesakitan
- pasien
tampak lemas
III. RENCANA KEPERAWATAN
Hari/tgl/ jam
|
No
dx
|
Kriteria hasil
|
intervensi
|
Tujuan
|
Ttd
|
22juli 2015 /
09.00
|
1
|
Setelah dila-kukan tinda- kan
1x12 jam diharap -kan keadaan pasien mem-baik dengan kriteria hasil:
-pasien mengakatan perih dan
pusing sedikit ber -kurang
|
-Cek TTV
-Bantu ajarkan tindakan dis
traksi relaksasi
-anjurkan pasien untuk membi-
asakan hi dup se -hat di rumah
-bantu kolaborasi dengan tim
medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
|
-Untuk mengeta –
Hui keadaan pasien secara umum
-membantu meri- ngankan rasa nyeri/perih
-untuk pencegahan penyakit agar
tidak
Menyebar
-untuk memberikan pengobatan
dengan tepat dan segera
|
IV.
IMPLEMENTASI
Hari/
Tgl
|
Jam
|
No
Dx
|
Tindakan
|
Respon dan hasil
|
Ttd
|
|
22juli
2015
|
09.10
09.20
09.35
09.50
|
1.
2.
3.
4.
|
Mengecek TTV
Membantu meng -ajarkan tindakan dis- traksi relaksasi
Menganjurkan pasien untuk
membiasakan hidup sehat di rumah
bantu kolaborasi dengan tim
medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
|
1.S = Pasien mengatakan bersedia
O = TD : 110/80
mmHg
N : 80x/menit
S : 36,5 celcius
RR :
20x/menit
2.S= Pasien mengatakan bersedia
O = pasien masih
tampak kesakitan
3.S= pasien mengatakan bersedia
O= pasien mengerti
apa yang di katakan perawat
4.S= pasien mengatakan bersedia
O = saat ini
pasien men- dapatkan terapi :
- MDT, blister :
1x1
-Antalgin : 3x1
-BC : 3x1
-Salep befamet : 1x1
|
||
V. EVALUASI
Hari/
Tgl
|
Jam
|
No
Dx
|
Catatan perkembangan
|
Ttd
|
22juli
2015
|
12.00
|
1.
|
S = Pasien mengatakan kulitnya
masih gatal dan sedikit perih
O = Pasien masih meringis
kesakitan dan kulit masih tampak merah-merah
A = Masalah belum teratasi
P = Lanjutkan intervensi
|
LAPORAN PENDAHULUAN
KUSTA
A. Definisi
Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik dan
penyebabnya ialah mycrobacterium leprae yang
bersifat intraseluler obligat . Saraf
perifer sebagai afinitaspertama , lalu kulit dan ukosa traktus resipatorius bagian
atas , kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat . (Djuanda Adhi , 2010)
B. Etiologi
Dibandingkan M.tuberculosis , basil tahan asam Mycobacterium leprae tidak
memproduksi eksotoksin dan enzim litik . Selain itu , kuman ini merpukan satu-satunya
mikrobacteria yang belum dibiakkan in vitro. Mikrobacteria ini secara
primermenyerang sistem saraf tepi dan
terutama pada tipe lepromatosa , secara sekunder dapat menyerang seluruh organ tubuh lain
seperti kulit, mukosa mulut, mukosa saluran napas bagian atas, system
retikuloendotelial , mata, tulang dan testis. Reaksi imun penderita terhadap M.Leprae berupa reaksi imun seluler terutama pada lepra bentuk
tuberkuloid , dan reaksi imun humoral terutama pada lepra bentuk lepromatosa. ( Wim de jong et al , 2005)
Kusta tampil dalam dua jenis bentuk klinis utama
, yaitu kusta berbentuk kering atau tipe tuberkuloid , dan kusta bentuk basah ,
disebut juga tipe lepromatosa . bentuk ketiga yaitu bentuk peralihan (borederline) . ( Wim de jong et al , 2005)
1.
Kusta bentuk kering
: tidak menular , kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang logam
atau lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, pantat, paha atau lengan.
Bercak tampak kering, kulit kehilangan daya rasa sama sekali.
2.
Kusta bentuk basah
: bentuk menular karena kumannya banyak terdapat diselaput lendir hidung , kulit dan organ
tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan , kecil-kecil tersebar diseluruh
badan , atau berupa penebalan kulit yang luas sebagai infiltrate yang tampak
mengkilap dan berminyak, dapat berupa benjolan merah sebesar biji jagung yang
tersebar di badan , muka dan daun telinga. Disertai rontoknya alis mata ,
menebalnya daun telinga.
3.
Kusta tipe
peralihan : merupakan peralihan antara kedua tipe utama . Pengobatan tipe ini dimasukkan
kedalam jenis kusta basah.
C. Manifestasi
klinis
1.
Makula
hipopigmentasi
2.
Hiperpigmentasi
3.
Eritematosa
4.
Gejala kerusakan
saraf (sensorik,motorik,autonom)
5.
Kerusakan jaringan
kulit (kulit, mukosa traktusrepiartosius atas , tulang –tulang jari dan wajah)
6.
Kulit kering dan
alopesia
Bagan
diagnosis klinis menurut WHO (1995)
Kusta PB (Pausabasilar)
|
Kusta MB (Multibasilar)
|
|||
Lesi kulit (Makula datar , papul yang meninggi, nodus)
|
~ 1-5 lesi
~Hipopigmentasi/ eritema
~ Distribusi tidak simetris
~Hilangnya sensasi yang jelas
|
~ >5 lesi
~ Distribusi lebih simetris
~ Hilangnya simetris kurang jelas
|
||
Kerusakan saraf (Menyebabkan hilangnya sensai/ kelemahan otot yang
dipersarafi oleh saraf yang terkena )
|
~ Hanya satu cabang saraf
|
~ Banyak cabang saraf
|
||
Sumber : WHO 1995 (Ilmu penyakit kulit dan kelamin hal : 74)
D. Masalah Yang
Lazim Muncul
1.
Resiko infeksi
2.
Defisiensi
pengetahuan tentang penyakit, penyebab infeksi tindakan , dan pencegahan
3.
Hipertermia b.d
adanya infeksi
4.
Harga diri rendah
situasional
5.
Resiko trauma
6.
Resiko cidera
7.
Hambatan mobilitas
fisik
E. Pencegahan
1.
Biasakan hidup
bersih dan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sesudah aktivitas
2.
Makan makanan yang
bergizi seimbang
3.
Hindari penularan
melalui penggunaan handuk atau pisau cukur secara bersamaan
4.
Kenali dan kendalika
stress emosional yang dapat memicu terjadinya masalah penyakit kulit.
F. Patofisiologi
G. Daftar Pustaka
Bobak, Lowdermilk, Jensen,2005. Buku Ajar
Keperawatan Maternitas edisi 4. EGC,
Jakarta
Djuanda Adhi.
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi keenam. FKUI,2010
T.Heather
Herdman, PhD, Rn. Nanda Internasional diagnosis keperawatan definisi dan
klasifikasi 2012-2014. EGC. Jakarta
Amin Huda
Nurarif, Hardi Kusuma, 2013. Nanda nic-noc jilid 1
RESUME KASUS PADA Tn.M DENGAN
GANGGUAN
KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT DENGAN
DIAGNOSA MEDIS KUSTA DI RUANG
B.P UMUM PUSKESMAS PATI II
Tanggal
masuk puskesmas : 22 Juni 2015
Jam masuk puskesmas : 09.00 WIB
Tanggal pengkajian : 22 Juni 2015
Jam pengkajian :
09.00 WIB
1.
PENGKAJIAN
A.
IDENTITAS PASIEN
Nama :
Tn. M
Tempat
, tgl lahir : 10 mei 1979
Umur : 36 Tahun
Jenis
kelamin : L
Status
Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh Harian
Pendidikan : SLTA sederajat
Alamat : Sugiharjo 1/2
No.puskesmas : -
Diagnosa
Medis : Kusta
Gangguan KDM
: Gangguan kerusakan integritas kulit
B.
Riwayat Kesehatan
1.
KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan
gatal pada kulit bagian lengan
2.
ALASAN MASUK
PUSKESMAS
Pasien mengatakan
mengalami gatal , perih pada kulit bagian lengan disertai kepalanya pusing
sudah lama , karena pasien merasa tidak ada perubahan pasien dibawa ke
puskesmas pati II oleh istrinya.
3.
RIWAYAT PENYAKIT
YANG PERNAH DIALAMI
Pasien mengatakan
ini pertama kalinya mrngalami penyakit seperti ini
4.
RIWAYAT PENYAKIT MENULAR PADA KELUARGA
Pasien mengatakan
tidak ada riwayat penyakit menular pada keluarganya
C.
PENGKAJIAN DAN POLA
FUNGSIONAL
1.
POLA MANAJEMEN
KESEHATAN ( PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN)
a.
Saat ini pasien
sudah mengetahui mengenai penyakit yang dialaminya
b.
Prilaku untuk
mengatasi masalah kesehatan : pasien mengatakan jika sakit langsung mendatangi
puskesmas terdekat ketika tidak ada perubahan di rumah
2.
POLA AKTIVITAS DAN
LATIHAN
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
bebas beraktivitas
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya
3.
POLA ISTIRAHAT DAN
TIDUR
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
biasa tidur dirumah dengan nyenyak
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
masih bisa tidur dengan nyenyak di rumah seperti biasanya
4.
POLA NUTRISIDAN
METABOLIK
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan biasa
makan di rumah habis 1 porsi dengan komposisi nasi , sayur , ikan
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan nafsu makan dan pasien mampu makan habis 1 porsi sama
seperti sebelum sakit
5.
KEBUTUHAN CAIRAN
DAN EREKTROLIT
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
biasa minum kurang lebih 8 gelas
perharinya
b.
Saat sakit
Pasien mengatakan
tidak ada perubahan , sama seperti sebelum sakit pasien minum 8 gelas lebih
perharinya
6.
POLA ELIMINASI BAK
DAN BAB
a.
Sebelum Sakit
Pasien mengatakan
BAK : 5x/hari dengan warna kuning jernih dan bau khas . dan BAB pasien :
1x/hari dengan konsistensi lembek dan warna kuning
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan pada BAK dan BAB sama seperti sebelum sakit pasien BAK
kurang lebih 5x/hari denganwarna kuning jernih dan bau khas , BAB : 1x/hari
dengan konsistensi embek dan warna kuning
7.
POLA KOGNITIF
PERCEPTUAL (PENGLIHATANPENDENGARAN ,
PENGECAPAN , SENSASI )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
tidak ada gangguan indra (normal)
b.
Saat Sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit tidak ada gangguan indra ( normal)
8.
POLA KONSEP DIRI
a.
Gambaran diri
(sikap individu terhadap tubuhnya sendiri )
Klien tidak percaya
diri dengan kondisi tubuhnya saat ini
b.
Identitas diri
(penilaian individu tentang dirinya sebagai kesatuan yang utuh / arakter )
Pasien mengatakan lebih
suka bagian hidungnya yang mancung
c.
Peran diri (prilaku
yang diharapkan oleh masyarakat)
Pasien berperan
sebagai kepala keluarga
d.
Ideal diri
(persepsi individu tentang dirinya/ prilaku)
Pasien
mengharapakan dirinya agar cepat sembuh
e.
Harga diri ( penilaian
individu tentang dirinya)
Istri dan
anak-anak pasien sangat menyayangi pasien
9.
POLA TOLERANSI
STRESS – KOPING
Pasien mengatakan
sering bercerita pada istrinya saat ada masalah
10.
POLA REPRODUKSI –
SEKSUALITAS (FERTILITAS , LIBIDO , MENSTRUASI , KONTRASEPSI )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
tidak ada maslah mengenai pola
reproduksi dan seksualitasnya
b.
Sat sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit tidak ada perubahan dan gangguan (normal)
11.
POLA HUBUNGAN PERAN
(KOMUNIKASI, HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN , KEUANGAN )
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
berperan sebagai kepala keluarga dan sering bercerita pada istrinya sat ada
masalah
b.
Saat sakit
Pasien mampu
berkomunikasi dengan baik dengan tenaga kesehatan dan keluarganya serta biaya
pengobatan di tanggung oleh dirinya sebagai kepala keluarga
12.
POLA NILAI DAN
KEYAKINAN
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
rajin beribadah
b.
Saat sakit
Pasien mengatakan
sama seperti sebelum sakit eajin beribadah seperti biasanya
13.
KEBUTUHAN RASA AMAN
DAN NYAMAN
Pasien mengatakan tidak
nyaman dengan kondisi kesehatannya saat ini
14.
KEBUTUHAN BELAJAR
Pasien mengatakan
mendapat informasi tentang kesehatan dari televisi dan penyuluhan
15.
KEBUTUHAN PERSONAL
HYGIENE
a.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan
biasa mandi 2xsehari , gosok gigi 2xsehari , dan keramas 2xseminggu
b.
Pasien mengatakan
saat sakit mandi 1xsehari dan gosok gigi 2xsehari ,serta keramas 2xseminggu
D.
PEMERIKSAAN FISIK
1.
TTV
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi
: 80x/menit
Suhu
: 36 celcius
Pernafasan : 20x/menit
E.
TERAPI
1.
MDT, blister : 1x1
2.
Antalgin : 3x1
3.
BC : 3x1
4.
Salep befamet : 1x1
F.
DATA FOKUS
Data Subyektif
|
Data obyektif
|
-pasien mengeluh kulitnya
terasa gatal dan perih
|
-pasien tampak meringis
kesakitan
|
-pasien mengatakan kepalanya
pusing dan meriang
|
-kulit pasien tampak kemerahan
|
G.
ANALISA DATA
Problem
|
Etiologi
|
Symptom
|
-Gangguan kerusakan integritas
kulit
|
- adanya infeksi dan gangguan peritaltis
|
-pasien mengeluh kulitnya perih
dan gatal
-pasien tampak meringis
kesakitan
|
II.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan kerusakan integritas
kulit b.d adanya infeksi dan gangguan peritaltis d.d : -DS
: - pasien mengeluh kulitnya perih dan gatal
-
Pasien mengatakan
kepalanya pusing dan meriang
-DO: - pasien tampak
meringis kesakitan
- pasien
tampak lemas
III. RENCANA KEPERAWATAN
Hari/tgl/ jam
|
No
dx
|
Kriteria hasil
|
intervensi
|
Tujuan
|
Ttd
|
22juli 2015 /
09.00
|
1
|
Setelah dila-kukan tinda- kan
1x12 jam diharap -kan keadaan pasien mem-baik dengan kriteria hasil:
-pasien mengakatan perih dan
pusing sedikit ber -kurang
|
-Cek TTV
-Bantu ajarkan tindakan dis
traksi relaksasi
-anjurkan pasien untuk membi-
asakan hi dup se -hat di rumah
-bantu kolaborasi dengan tim
medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
|
-Untuk mengeta –
Hui keadaan pasien secara umum
-membantu meri- ngankan rasa nyeri/perih
-untuk pencegahan penyakit agar
tidak
Menyebar
-untuk memberikan pengobatan
dengan tepat dan segera
|
IV.
IMPLEMENTASI
Hari/
Tgl
|
Jam
|
No
Dx
|
Tindakan
|
Respon dan hasil
|
Ttd
|
|
22juli
2015
|
09.10
09.20
09.35
09.50
|
1.
2.
3.
4.
|
Mengecek TTV
Membantu meng -ajarkan tindakan dis- traksi relaksasi
Menganjurkan pasien untuk
membiasakan hidup sehat di rumah
bantu kolaborasi dengan tim
medis dalam melakukan tindakan pengoba-tan
|
1.S = Pasien mengatakan bersedia
O = TD : 110/80
mmHg
N : 80x/menit
S : 36,5 celcius
RR :
20x/menit
2.S= Pasien mengatakan bersedia
O = pasien masih
tampak kesakitan
3.S= pasien mengatakan bersedia
O= pasien mengerti
apa yang di katakan perawat
4.S= pasien mengatakan bersedia
O = saat ini
pasien men- dapatkan terapi :
- MDT, blister :
1x1
-Antalgin : 3x1
-BC : 3x1
-Salep befamet : 1x1
|
||
V. EVALUASI
Hari/
Tgl
|
Jam
|
No
Dx
|
Catatan perkembangan
|
Ttd
|
22juli
2015
|
12.00
|
1.
|
S = Pasien mengatakan kulitnya
masih gatal dan sedikit perih
O = Pasien masih meringis
kesakitan dan kulit masih tampak merah-merah
A = Masalah belum teratasi
P = Lanjutkan intervensi
|
No comments:
Post a Comment